Revolusi Komisariat: Kebutuhan, Keharusan atau Keterpaksaan

(Yang Tersisa dari Deklarasi KAMMI Komisariat Tanjungpinang dan Bintan)

Oleh: R. Dachroni
Ketua Departemen Kebijakan Publik (DKP) KAMMI Kepulauan Riau

Ahad (22/11) yang lalu adalah momentum bersejarah bagi dua komisariat Bintan dan Tanjungpinang. Sebuah gagasan revolusi komisariat untuk mengatasi persoalan cukup banyaknya “penyakit” yang kompleks yang ada di dua komisariat terdahulu STISIPOL Raja Haji dan STAI Miftahul Ulum.

STISIPOL Raja Haji yang jumlah kadernya semakin menurun, sehingga tidak bisa bahkan  belum memenuhi syarat-syarat sebuah pendirian komisariat dan STAI Miftahul Ulum yang krisis dengan kader ikhwan. Dilandasi dengan analisa ini serta kebutuhan eksistensi dakwah, maka beberapa kali syuro pengurus KAMDA pun dilakukan dan tercetuslah ide untuk membuat Muskomlub dan mendeklarasikan komisariat Bintan dan Tanjungpinang. Baca selebihnya »

In Memoriam of Bu Asiah

OLEH: Nurul Azizah

(Staf Kastrad KAMMI Komisariat STAI MU)

Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul 15.30 Kampus STAI
Ruang 1 begitu riuh. Rapat HMJ PBI sedang berlangsung. Perbedaan pendapat membuat peserta rapat yang lain kebingungan. Padahal hal yang dibahas sangat sepele.
Dalam keriuhan itu Widya yang duduk cukup jauh dariku berusaha menyampaikan pesan padaku tanpa suara. Aku berusaha membaca gerak bibirnya. Keningku berkernyit. Tak dapat menangkap pesan yang ia sampaikan. Baca selebihnya »

Class Action untuk PLN

(Sebuah Bentuk Pengawasan Masyarakat Pasca Aksi Demontrasi di PLN Tanjungpinang)

OLEH: R. DACHRONI
Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepulauan Riau

“PLN Janji, Bulan Depan Aman,”. Demikian headline (judul berita) salah satu media lokal terbitan Batam. Judul itu dibaca keras-keras oleh salah satu pengunjung di salah satu tempat fotokopi yang cukup ternama di Tanjungpinang. “Ah, masa sih bulan depan, tahun depan mungkin iya,” ungkapnya kesal. Pesimisme masyarakat ini menurut penulis adalah sesuatu yang wajar mengingat tidak ada hal lain yang memang bisa PLN Tanjungpinang lakukan selain berjanji dan terus berjanji, tanpa bukti.
Namun, tentunya kali ini penulis berharap berbeda karena janji tersebut diucapkan pasca aksi demonstrasi ribuan massa yang menduduki kantor PLN Tanjungpinang pada 2 Nopember 2009.

Ada dua janji yang dilontarkan oleh PLN Tanjungpinang dari aksi demontrasi tersebut yang dapat sedikit mengobati rasa sakit hati masyarakat. Pertama, pemadaman yang biasanya lebih dari dua jam perhari menjadi berkurang minimal dua jam perhari. Kedua, listrik akan menyala mulai Selasa pekan depan. Baca selebihnya »

Membendung Terorisme di Kampus

OLEH: R. DACHRONI
Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepulauan Riau

Menyimak tulisan rekan saya, Redha Helmi, Sekum KAMMI Kepulauan Riau di Batam Pos Jumat (30/10), “Antara Terorisme dan Dakwah Kampus” sepertinya ada pembahasan yang belum tuntas dan penulis merasa berkewajiban untuk menuntaskannya melalui satu pertanyaan, “Bagaimana membendung terorisme di Kampus?”. Hal ini mengingat, kampus sebagai tumbuh dan menyebarnya beragam pemikiran memang harus diwaspadai sebagai tempat bersarangnya teroris yang berpikir sempit ketika melakukan aksi-aksinya, tetapi tidak mencurigai aktivitas dakwah di kampus sebagai penananaman nilai-nilai dan semangat terorisme. Baca selebihnya »

Akankah PLN Tanjungpinang Menepati Janjinya?

(Pasca Demontrasi Masyarakat di PLN Tanjungpinang)

OLEH: R. DACHRONI
Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepulauan Riau

“PLN Janji, Bulan Depan Aman,”. Demikian headline (judul berita) salah satu media lokal terbitan Batam. Judul itu dibaca keras-keras oleh salah satu pengunjung di salah satu tempat fotokopi yang cukup ternama di Tanjungpinang. “Ah, masa sih bulan depan, tahun depan mungkin iya,” ungkapnya kesal. Baca selebihnya »

Jeritan Nelayan Kijang Kota (3)

Sebulan Sekali Kumpul Bahas Masalah

Bingung mau mengadu kemana, nelayan Kijang Kota kerap melakukan sharing dan tukar pendapat antara sesama nelayan yang merasa nasibnya kurang diperhatikan. Menurut mereka beragam masalah kelautan dan perikanan yang selama ini mereka menilai pemerintah daerah belum serius menyelesaikan permasalahan tersebut.
Baca selebihnya »

Jeritan Nelayan Kijang Kota (2)

Meradang dengan Pukat Trawl

Ahad (1/11), di rumah salah seorang Nelayan Gesit dengan panjang lebar menceritakan keluh-kesahnya dalam menjalani hidup dan kehidupan sebagai seorang nelayan. Menurutnya, ada banyak kejanggalan-kejanggalan ketika berbicara masalah nelayan Kijang Kota khususnya yang terkait dengan masalah kesejahteraan yang selama ini belum mereka rasakan. Baca selebihnya »

KAMMI Siapkan Aksi Tuntut Anggoro & Anggodo Ditahan

Bibit dan Chandra Ditahan
Ramadhian Fadillah – detikNews

Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) meminta agar dua bersaudara Widjojo, Anggoro dan Anggodo harus ikut ditahan dan diperiksa. Hal ini diperlukan untuk membuat terang kasus yang melibatkan KPK, Kejagung dan Polri ini. Baca selebihnya »

Jeritan Nelayan Kijang Kota (1)

RNKK Keluhkan Nasib Mereka
Penghasilan per Bulan Belum Mencukupi

Rukun Nelayan Kijang Kota (RNKK) mengeluhkan soal kesejahteraan mereka. Pasalnya, antara penghasilan dan kebutuhan mereka sering tidak berimbang apalagi di tengah kondisi perekonomian saat ini. Mereka meminta kepada pemerintah daerah untuk terjun langsung menangani permasalahan nelayan di Kijang sebab selama ini mereka merasa kesungguhan mereka dalam bekerja hanya menguntungkan pengusaha dan ulah segelintir oknum yang mengatasnamakan nelayan untuk memperkaya diri sendiri. Baca selebihnya »

Sebatang Lilin

OLEH: Masyitah As-Syahra (Aktivis KAMMI Kom Raja Haji / Mahasiswa FE Umrah)
Sebatang lilin terkadang mungkin tak berharga bagi kita. Harganya yang murah membuat kita meremehkannya ketika kita tak membutuhkan. Saking tak berharganya, kita suka meletakkan di sembarang tempat. Namun, ketika listrik padam, kita kalang kabut mencari sebatang lilin yang tadi kita pandang sebelah mata. Baca selebihnya »